Sebagai bentuk validasi atas keterampilan dan pengetahuan mahasiswa, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Uji Kompetensi Teknik Akuntansi Ahli. Kegiatan yang terbagi dalam tiga gelombang ini dilaksanakan pada 12, 20, dan 22 September 2025 di Gedung D PPBS Unpad, Jatinangor, serta diikuti oleh Mahasiswa D4 Akuntansi Sektor Publik.
Uji Kompetensi Teknik Akuntansi Ahli didampingi oleh satu orang asesor yaitu Dr. Yudianto, S.E., M.Si., Ak. Total mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi dari tiga gelombang tersebut sebanyak 65 peserta dan untuk mengikuti uji kompetensi ini para peserta mendapatkan dana hibah sertifikasi dari kementerian. Mahasiswa yang mengikuti uji kompetensi ini merupakan mahasiswa yang telah memenuhi seluruh mata kuliah yang diberikan sebagai syarat dasar mengikuti uji kompetensi. Teknik uji yang dilaksanakan oleh mahasiswa selama uji kompetensi tersebut yaitu secara tertulis dan wawancara.
Uji Kompetensi Teknik Akuntansi Ahli ini sudah dirancang sesuai dengan materi yang sudah dipelajari oleh mahasiswa selama perkuliahan. Selain itu, asesor telah memepertimbangkan materi uji yang diberikan selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Tujuannya agar mahasiswa tidak lagi khawatir ketika terjun langsung ke dunia kerja, karena sudah memiliki gambaran melalui uji kompetensi ini.
Asesor pun menyatakan terkait pentingnya sertifikasi bagi mahasiswa, yaitu sebagai berikut:
- Memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan karir yang baik setelah lulus.
- Memvalidasi keterampilan dan pengetahuan mahasiswa.
- Meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme lulusan.
- Menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja.
Ia pun menyoroti bahwa peran program studi dalam terlaksananya uji kompetensi pun sangat penting yaitu dengan konsisten memberikan sosialisasi agar mahasiswa semakin yakin dalam mengikuti uji sertifikasi tersebut.
Menutup keterangannya, asesor memberikan kesan selama mendampingi uji kompetensi. “Waktu uji kompetensi sertifikasinya memang cukup panjang, dari jam 8 sampai jam 5 sore. Tentu hal itu membutuhkan konsentrasi dan pikiran yang jernih. Apalagi mahasiswa harus fokus untuk menjawab berbagai pertanyaan dalam soal-soal sertifikasi. Namun kelihatannya mereka cukup santai, karena sudah melakukan persiapan melalui perkuliahan.”, ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, LSP Universitas Padjadjaran berharap mahasiswa tidak hanya memiliki bekal akademik dari perkuliahan, tetapi juga pengakuan kompetensi profesional yang diakui secara nasional, sehingga mampu bersaing di dunia kerja.




